Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1

Lagu

Bekal Kecil Raka

Musik 1 Bulan

Dengarkan semua lagu Motivasi Kasih.

Rp39.000 untuk 30 hari, semua album dan lagu baru. Sudah termasuk untuk Anggota Motivasi Kasih (Anggota, Anggota Keluarga, dan Sahabat Kasih). 27 lagu, satu dari setiap album, tetap gratis untuk semua.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 39.000

Langganan Rp 39.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu

Lirik

Bekal dari Ibu Di desa dekat danau, tinggal Raka. Ikat kepalanya merah. Keranjang anyamannya kecil. Pagi itu, Ibu menyiapkan bekal. Satu, dua, tiga, empat, lima roti jelai. Satu, dua ikan kecil. "Jangan lupa makan, ya," kata Ibu. "Ya, Bu!" jawab Raka. Hari itu banyak orang berjalan ke bukit. "Yesus datang! Yesus ada di seberang danau!" Raka ikut berjalan bersama mereka, sambil memegang keranjangnya erat-erat. Tap, tap, tap. Di bukit dekat danau, orangnya banyak sekali. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak. Yesus mengajar mereka, dan Ia menyembuhkan orang-orang yang sakit. Raka mendengarkan sampai lupa membuka bekalnya. Tidak terasa, matahari mulai turun. Kruuuk! Bunyi apa itu? Itu bunyi perut Raka. Kruuuk! Kruuuk! Perut orang-orang di sebelahnya juga berbunyi. Semua orang lapar. Raka melihat keranjangnya. Di dalamnya masih ada bekal dari Ibu. Cuma Sedikit Yesus bertanya kepada Filipus, murid-Nya, "Di mana kita bisa membeli roti untuk mereka semua?" Filipus menggaruk kepala. "Guru, uang sebanyak apa pun tidak cukup!" Raka membuka keranjang kecilnya. Satu, dua, tiga, empat, lima roti. Satu, dua ikan. Orangnya banyak sekali. Bekalnya kecil sekali. Raka memeluk keranjangnya, lalu berbisik, "Cuma sedikit, tapi ini untuk-Mu." Raka berdiri. Ia menarik jubah seorang murid bernama Andreas. Andreas melihat keranjang itu dan tersenyum. Ia membawa Raka kepada Yesus. "Guru, di sini ada seorang anak. Ia membawa lima roti jelai dan dua ikan. Tetapi apa artinya untuk orang sebanyak ini?" Raka mengulurkan keranjangnya dengan dua tangan. "Cuma sedikit, tapi ini untuk-Mu." Yesus menerima keranjang kecil itu. Ia tidak tertawa. Ia tidak berkata, "Terlalu sedikit." Ia menerimanya dengan senang. Dua Belas Bakul "Suruhlah orang-orang itu duduk," kata Yesus. Di bukit itu banyak rumput hijau. Semua orang duduk berkelompok. Ada lima ribu laki-laki, belum lagi perempuan dan anak-anak! Yesus mengambil roti itu. Ia mengucap syukur kepada Allah. Semua orang menunggu dengan tenang. Raka menundukkan kepala dan melipat tangannya. Ia juga berdoa dalam hati: Terima kasih, Tuhan. Lalu Yesus membagikan roti dan ikan itu kepada orang banyak, dibantu murid-murid-Nya. Dibagi, dibagi, dibagi. Ada roti untuk bapak-bapak. Ada ikan untuk ibu-ibu dan anak-anak. Tidak habis-habis! Nyam, nyam, nyam. Semua orang makan sampai kenyang. Raka juga. "Kumpulkan sisanya, supaya tidak ada yang terbuang," kata Yesus. Murid-murid mengumpulkan sisa roti. Raka ikut menghitung bakulnya. Satu, dua, tiga... dua belas! Dua belas bakul penuh! Raka tertawa. Ia ingin cepat pulang dan bercerita kepada Ibu. ✦ Raka hanya membawa sedikit. Tetapi di tangan Yesus, yang sedikit itu cukup untuk banyak orang. Apa yang kita punya, walau kecil, boleh kita bagikan dengan senang hati. Dan sebelum makan, kita boleh mengucap syukur kepada Allah, seperti yang Yesus lakukan di bukit itu. Ayat untuk diingat Allah mengasihi orang yang memberi dengan senang hati (2 Korintus 9:7). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih untuk makanan hari ini, dan untuk orang yang menyiapkannya. Ajari aku berbagi dengan senang hati, walaupun yang aku punya cuma sedikit. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1