Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1

Lagu

Keranjang di Antara Gelagah

Musik 1 Bulan

Dengarkan semua lagu Motivasi Kasih.

Rp39.000 untuk 30 hari, semua album dan lagu baru. Sudah termasuk untuk Anggota Motivasi Kasih (Anggota, Anggota Keluarga, dan Sahabat Kasih). 27 lagu, satu dari setiap album, tetap gratis untuk semua.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 39.000

Langganan Rp 39.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu

Lirik

Bayi yang Disembunyikan Di tepi Sungai Nil yang lebar, gelagah tumbuh tinggi dan hijau. Di antara gelagah itu tinggal seekor katak kecil bernama Kodi. Kulitnya hijau, dan di punggungnya ada bintik-bintik kuning. "Krok, krok!" kata Kodi setiap pagi. Tidak jauh dari sungai, ada sebuah rumah kecil dari bata lumpur. Di situ tinggal sebuah keluarga Ibrani. Ada ibu. Ada Miryam, kakak perempuan yang suka menolong. Dan ada seorang bayi laki-laki yang baru lahir. Bayi itu sehat dan elok sekali. Tetapi pada waktu itu, raja Mesir tidak ingin bayi laki-laki Ibrani tumbuh besar. Maka ibu menyembunyikan bayinya di dalam rumah. Kalau bayi itu menangis, ibu cepat-cepat memeluknya dan berbisik: "Ssst, bayi kecil, Tuhan menjagamu." Tiga bulan berlalu. Bayi itu makin besar, dan tangisnya makin keras. Oek, oek! Ibu tidak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi. Suatu pagi, ibu dan Miryam pergi ke tepi sungai untuk memotong gelagah. Kodi memandang dari atas daun teratai. "Krok? Untuk apa gelagah itu?" Keranjang di Antara Gelagah Ibu menganyam gelagah itu menjadi sebuah keranjang kecil. Lalu ia melapisi keranjang itu dengan ter yang hitam dan lengket, supaya air tidak bisa masuk. Oles, oles, oles. Miryam membantu memegangi keranjangnya. Pagi-pagi sekali, ibu membaringkan bayinya di dalam keranjang. Ia mencium kening bayi itu. "Ssst, bayi kecil, Tuhan menjagamu." Lalu pelan-pelan ibu menaruh keranjang itu di antara gelagah di tepi sungai. Ibu pulang ke rumah. Tetapi Miryam tinggal. Ia berdiri agak jauh, di balik gelagah, untuk melihat apa yang akan terjadi. Hup! Kodi melompat ke sampingnya. "Krok," bisik Kodi. Ia ikut menjaga. Angin bertiup. Gelagah bergoyang, srek, srek. Air sungai berbunyi kecipak, kecipak. Keranjang kecil itu ikut bergoyang pelan, seperti ayunan. Di dalamnya, bayi itu tidur nyenyak. Dari balik gelagah, Miryam berbisik, "Ssst, bayi kecil, Tuhan menjagamu." Pulang ke Pelukan Ibu Lalu terdengar langkah kaki dan suara orang bercakap-cakap. Putri raja Mesir datang ke sungai untuk mandi. Dayang-dayangnya berjalan di tepi sungai. Miryam menahan napas. Kodi juga. Putri raja melihat keranjang di antara gelagah. "Apa itu? Tolong ambilkan," katanya kepada seorang hambanya. Putri raja membuka keranjang itu. Di dalamnya ada seorang bayi laki-laki. Oek, oek! Bayi itu menangis. Hati putri raja tersentuh. "Kasihan," katanya lembut. "Ini pasti bayi orang Ibrani." Miryam memberanikan diri. Ia berlari mendekat. "Tuan Putri, maukah saya panggilkan seorang ibu Ibrani untuk menyusui dan mengasuh bayi ini?" "Ya, pergilah," jawab putri raja. Miryam berlari pulang secepat-cepatnya. Dan siapa yang ia panggil? Ibunya sendiri! "Bawalah bayi ini dan asuhlah dia untukku," kata putri raja kepada ibu. "Aku akan memberimu upah." Ibu memeluk bayinya erat-erat. Krok, krok, krok! Kodi melompat-lompat gembira. Ketika anak itu sudah besar, ibu membawanya kepada putri raja. Putri raja menamai dia Musa, sebab katanya, "Aku sudah menariknya dari air." ✦ Tuhan menjaga bayi kecil itu, di antara gelagah, di tepi sungai yang lebar. Tuhan juga menjagamu, siang dan malam. Ayo, ucapkan bersama: Ssst, anak kecil, Tuhan menjagamu. Ayat untuk diingat TUHANlah Penjagamu (Mazmur 121:5). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau menjaga bayi Musa di tepi sungai. Terima kasih juga Engkau menjaga aku, siang dan malam. Terima kasih untuk ayah, ibu, dan semua orang yang menyayangi aku. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1