Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1

Lagu

Si Kecil di Atas Pohon

Musik 1 Bulan

Dengarkan semua lagu Motivasi Kasih.

Rp39.000 untuk 30 hari, semua album dan lagu baru. Sudah termasuk untuk Anggota Motivasi Kasih (Anggota, Anggota Keluarga, dan Sahabat Kasih). 27 lagu, satu dari setiap album, tetap gratis untuk semua.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 39.000

Langganan Rp 39.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu

Lirik

Zakheus yang Pendek Di kota Yerikho, di antara pohon-pohon kurma, tinggal seorang laki-laki bernama Zakheus. Badannya pendek. Sorbannya hijau. Di pinggangnya tergantung kantong uang yang berbunyi cring, cring, cring. Zakheus seorang pemungut cukai. Tugasnya menagih uang pajak dari orang-orang Yerikho. Tetapi Zakheus suka mengambil uang lebih banyak dari seharusnya. "Satu, dua, tiga," katanya. "Tambah satu lagi untukku!" Orang-orang menggeleng. Mereka tidak suka pada Zakheus. Rumah Zakheus besar dan bagus. Tetapi tidak ada yang mau datang bermain. Tidak ada yang mau makan bersamanya. Hanya seekor burung kecil yang sering hinggap di atap rumahnya. Zakheus memanggilnya Cit. "Cit, cit, cit!" Suatu pagi, jalan-jalan Yerikho menjadi ramai. "Yesus datang! Yesus lewat kota kita!" Zakheus sudah sering mendengar tentang Yesus. Ia ingin sekali melihat-Nya. Aku Tidak Bisa Melihat! Zakheus berlari ke jalan. Tetapi orang banyak sekali di sana. Ia berjinjit. Ia mengintip ke kiri dan ke kanan. Ia melompat. Hup, hup, hup! Yang kelihatan hanya punggung dan kepala orang. "Aku tidak bisa melihat!" Zakheus mencoba menyelip di sela-sela orang. Tetapi tidak ada yang mau memberi jalan. "Aku tidak bisa melihat!" kata Zakheus lagi. "Cit, cit, cit!" Burung kecil itu terbang berputar-putar di atas kepalanya. Lalu Zakheus melihat sesuatu. Di pinggir jalan, di depan sana, berdiri sebatang pohon ara yang besar. Dahannya rendah dan kuat. Zakheus tersenyum. Ia berlari mendahului orang banyak. Badan Zakheus memang pendek. Tetapi ia gesit dan berani. Srek, srek, srek! Ia memanjat pohon itu, makin tinggi, makin tinggi. Cit ikut hinggap di dahan. Dari atas pohon, Zakheus bisa melihat seluruh jalan. "Sekarang aku bisa melihat!" Zakheus, Turunlah! Orang banyak datang makin dekat. Yesus berjalan di tengah-tengah mereka. Cit diam di dahan. Zakheus menahan napas. Ketika sampai di bawah pohon ara itu, Yesus berhenti. Yesus melihat ke atas dan memanggil, "Zakheus, turunlah! Hari ini Aku mau datang ke rumahmu." Yesus tahu namanya! Yesus mau datang ke rumahnya! Srek, srek, srek, hup! Zakheus segera turun dengan gembira. Orang-orang bersungut-sungut. "Mengapa Yesus mau datang ke rumah Zakheus? Dia kan suka mengambil uang lebih!" Tetapi Yesus tetap sayang pada Zakheus. Hati Zakheus menjadi hangat. Ia menyesal. Zakheus berdiri dan berkata, "Tuhan, maafkan aku. Setengah hartaku akan kuberikan kepada orang miskin. Kalau aku mengambil uang lebih dari seseorang, akan kukembalikan empat kali lipat!" Cring, cring, cring! Zakheus mengembalikan uang orang-orang. Satu koin dibalas empat koin. Ia memberi juga kepada orang-orang miskin. Pedagang yang dulu cemberut kini tertawa. "Terima kasih, Zakheus!" Yesus berkata, "Hari ini rumah ini diselamatkan. Aku datang untuk mencari orang yang hilang." Zakheus tersenyum lebar. Hatinya ringan, dan sekarang ia punya banyak teman. ✦ Tuhan tetap sayang pada kita, juga waktu kita berbuat salah. Kita bisa minta maaf, lalu memperbaiki kesalahan kita. Ayat untuk diingat Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku mau datang ke rumahmu (Lukas 19:5). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih Engkau tetap sayang padaku, juga waktu aku berbuat salah. Tolong aku berani berkata maaf dan memperbaiki kesalahanku. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1