
Lirik
Domba yang Paling Kecil Di sebuah bukit hijau, tinggal seorang gembala bersama seratus ekor domba. Domba yang paling kecil bernama Wol. Bulunya putih dan keriting, seperti awan kecil yang bisa berjalan. Setiap pagi, gembala membawa domba-dombanya ke padang rumput. "Ayo, domba-domba, ikuti aku!" Tongkatnya berbunyi tuk, tuk, tuk di jalan berbatu. Gembala tahu nama setiap dombanya. Ada Si Belang. Ada Si Gendut. Ada Si Kuping Panjang. Dan ada Wol, yang paling kecil. "Mbeee!" kata Wol. Hari itu matahari hangat dan rumput terasa manis. Lalu seekor kupu-kupu kuning terbang lewat, tepat di depan hidung Wol. Wah, cantik sekali! Wol, Kamu di Mana? Wol mengejar kupu-kupu itu. Lompat, lompat, lompat! Melewati batu. Melewati semak. Menuruni bukit. Kupu-kupu itu terbang makin jauh. Ketika kupu-kupu itu hilang, Wol melihat ke sekeliling. Tidak ada domba lain. Tidak ada gembala. Hanya batu-batu besar dan semak berduri. "Mbeee," kata Wol pelan. Kakinya gemetar. Sore itu, gembala menghitung domba-dombanya di depan kandang. "Sembilan puluh tujuh, sembilan puluh delapan, sembilan puluh sembilan..." Gembala berhenti. Satu kurang! "Di mana Wol?" Gembala menutup pintu kandang supaya sembilan puluh sembilan domba itu aman. Lalu ia mengambil tongkat dan lenteranya, dan berjalan kembali ke bukit. "Wol! Wol, kamu di mana?" Pulang di Atas Bahu Langit menjadi gelap. Bintang-bintang muncul satu per satu. Wol meringkuk di balik batu. Ia kedinginan, dan ia takut. Lalu dari jauh terdengar suara: "Wol! Wol, kamu di mana?" "Mbeee! Mbeee!" teriak Wol sekuat tenaga. Cahaya lentera itu makin dekat, makin dekat. Gembala menyibak semak berduri, dan ia menemukan Wol! Gembala tidak marah. Ia mengangkat Wol dan memeluknya. Lalu dengan gembira ia memanggul Wol di atas bahunya. Wol merasa hangat. Tuk, tuk, tuk. Mereka berjalan pulang. Sesampai di rumah, gembala memanggil teman-teman dan tetangganya. "Bergembiralah bersama aku, sebab dombaku yang hilang sudah kutemukan!" Malam itu ada pesta kecil. Dan Wol tidur nyenyak bersama sembilan puluh sembilan temannya. ✦ Yesus menceritakan kisah ini supaya kita tahu: Tuhan menyayangi setiap anak, juga yang paling kecil. Kalau kita tersesat, Ia mencari kita sampai ketemu. Ayat untuk diingat Bergembiralah bersama aku, sebab dombaku yang hilang sudah kutemukan (Lukas 15:6). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih Engkau menyayangi aku, walaupun aku masih kecil. Kalau aku takut, temani aku. Jagalah aku dan keluargaku. Amin.
Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1
- 5:06
- 5:07
- 4:54
- 5:35
- 5:10
- 5:00
- 73:45
- 4:43
- 4:33
- 4:17