
Musik 1 Bulan
Dengarkan semua lagu Motivasi Kasih.
Rp39.000 untuk 30 hari, semua album dan lagu baru. Sudah termasuk untuk Anggota Motivasi Kasih (Anggota, Anggota Keluarga, dan Sahabat Kasih). 27 lagu, satu dari setiap album, tetap gratis untuk semua.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 39.000
Langganan Rp 39.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppLirik
Tok, Tok, Tok Dahulu kala, hiduplah seorang bapak bernama Nuh. Pak Nuh sayang kepada Tuhan, dan ia selalu berusaha hidup dengan baik. Pada waktu itu, banyak orang di bumi suka berbuat jahat. Tuhan sedih melihatnya. Lalu Tuhan berkata kepada Pak Nuh, "Buatlah sebuah perahu besar dari kayu. Air yang banyak sekali akan datang. Kamu dan keluargamu akan masuk ke dalamnya." Pak Nuh mengambil palunya. Tok, tok, tok! Hari demi hari ia bekerja. Langit biru dan cerah. Tidak ada awan. Tidak ada hujan. Tetapi Pak Nuh terus bekerja, sebab ia percaya kepada Tuhan. Tok, tok, tok! Di dekat situ, seekor siput kecil memperhatikan dari atas sehelai daun. Namanya Uput. Cangkangnya jingga bergaris kuning. Uput berjalan pelan sekali. Sret... sret... sret... "Wah, perahunya besar sekali!" kata Uput. Akhirnya perahu itu selesai. Panjang sekali dan tinggi sekali. Ada jendela di atas dan sebuah pintu di sampingnya. Pak Nuh membuat semuanya tepat seperti yang dikatakan Tuhan kepadanya. Pelan-Pelan, Uput Lalu Tuhan berkata, "Masuklah ke dalam perahu, kamu dan seluruh keluargamu." Hewan-hewan pun datang, dua-dua, berpasangan. Ada gajah, ada jerapah, ada singa, ada domba, ada burung merpati. "Mbeee!" "Aum!" "Kur, kur!" Uput juga mau masuk. Tetapi Uput berjalan pelan sekali. Sret... sret... sret... Gajah sudah masuk. Jerapah sudah masuk. Domba-domba sudah masuk. "Aduh, nanti aku terlambat," kata Uput. Kedua antenanya terkulai. Tetapi Pak Nuh melihat Uput. Ia berjongkok dan tersenyum. "Pelan-pelan, Uput, pelan-pelan. Aku menunggumu." Lalu Pak Nuh mengangkat Uput dengan tangannya yang besar dan membawanya masuk ke dalam perahu. Di dalam, seekor siput lain sudah menunggu Uput. Hore! Uput tidak terlambat. Lalu Tuhan sendiri menutup pintu perahu itu. Semua yang ada di dalam aman. Ayo, ucapkan bersama Pak Nuh: "Pelan-pelan, Uput, pelan-pelan." Pelangi di Langit Tik, tik, tik. Hujan mulai turun. Makin lama makin deras. Hujan turun lama sekali, empat puluh hari dan empat puluh malam. Tetapi di dalam perahu, semuanya hangat dan kering. Pak Nuh dan keluarganya memberi makan hewan-hewan. Uput tidur nyenyak di samping temannya. Air naik dan terus naik, dan perahu besar itu terapung. Goyang, goyang, goyang. Air ada di mana-mana. Tetapi Tuhan ingat kepada Pak Nuh dan semua yang ada di dalam perahu. Lalu hujan berhenti. Pelan-pelan, air mulai surut. Pak Nuh membuka jendela dan melepaskan seekor burung merpati. Mula-mula merpati itu kembali, sebab belum ada tempat untuk hinggap. Tujuh hari kemudian, Pak Nuh melepaskannya lagi. Sore harinya merpati itu pulang. Kur, kur! Di paruhnya ada sehelai daun zaitun yang masih segar. Pak Nuh tersenyum. "Lihat, Uput. Airnya sudah surut." Akhirnya bumi menjadi kering. Pak Nuh, keluarganya, dan semua hewan keluar dari perahu. Uput keluar paling akhir. Pelan-pelan, Uput, pelan-pelan. Lalu di langit muncul pelangi. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu. Tuhan berkata, "Pelangi ini tanda janji-Ku. Air bah tidak akan datang lagi menutupi seluruh bumi." ✦ Tuhan menjaga Pak Nuh, keluarganya, dan semua hewan di dalam perahu, juga siput kecil yang paling pelan. Setiap kali kita melihat pelangi, kita boleh ingat: Tuhan menepati janji-Nya. Ayat untuk diingat Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi (Kejadian 9:13). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau menjaga Pak Nuh, keluarganya, dan semua hewan di dalam perahu. Terima kasih untuk pelangi yang indah. Kalau hujan turun deras dan aku takut, temani aku. Jagalah aku dan keluargaku. Amin.
Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 1
- 5:06
- 5:07
- 4:54
- 5:35
- 5:10
- 5:00
- 73:45
- 4:43
- 4:33
- 4:17