Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 3

Lagu

Air dari Batu

Anggota Kasih Kecil

Lagu anak dan cerita sebelum tidur.

Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 49.000

Langganan Rp 49.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu
Baca ceritanya

Tidak Ada Air Bangsa Israel berjalan di padang gurun yang luas. Musa berjalan di depan sambil membawa tongkatnya. Mereka mengikuti petunjuk Tuhan. Pasirnya merah dan mataharinya panas. Di balik sebuah batu tinggal Jebo, si tikus loncat gurun. Kaki belakangnya panjang, dan ekornya panjang sekali. Di ujung ekornya ada jumbai putih, seperti kuas kecil. Jebo suka melompat. Tup, tup, tup! Ekornya yang panjang menjaga Jebo supaya tidak jatuh. Suatu hari, bangsa Israel berkemah di Rafidim. Mereka mendirikan kemah-kemah, lalu mencari air. Mereka mencari ke sana dan ke sini. Tetapi tidak ada air untuk diminum. Kendi-kendi mereka kosong. Jebo ikut mencari. Ia mengendus pasir. Kering! Matahari bersinar terik. Anak-anak kehausan. Domba-domba dan kambing-kambing menunduk lemas. Jebo duduk di bawah bayangan batu. Telinganya terkulai. "Haus, haus sekali!" Musa Berseru kepada Tuhan Orang-orang menjadi cemas. Mereka bertengkar dengan Musa. "Berilah kami air! Anak-anak dan ternak kami haus!" Ada yang bertanya, "Apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita?" Mereka haus dan takut. Musa tidak tahu harus berbuat apa. Maka ia berseru kepada Tuhan. "Tuhan, apa yang harus kulakukan? Orang-orang ini haus sekali." Jebo duduk di samping Musa. "Haus, haus sekali," bisiknya. Tuhan mendengar Musa dan menjawabnya. "Ajaklah beberapa tua-tua Israel dan bawalah tongkatmu. Aku akan berdiri di depanmu di gunung batu di Horeb. Pukullah batu itu, maka air akan keluar." Telinga Jebo berdiri tegak. Air dari batu? Musa pun berangkat. Ia berjalan di depan bangsa itu bersama beberapa tua-tua Israel. Jebo melompat di belakang mereka. Tup, tup, tup! Sampailah mereka di depan gunung batu yang besar. Batunya keras dan kering. Cur, Cur, Cur! Para tua-tua memandang Musa. Jebo juga. Musa mengangkat tongkatnya, seperti yang dikatakan Tuhan. Lalu ia memukul batu itu. Tok! Dari batu itu keluarlah air! Cur, cur, cur! Airnya jernih dan sejuk, lalu mengalir ke sebuah kolam kecil. Jebo yang paling dulu melompat ke air. Tup! Ia minum dan minum. "Segar sekali!" Anak-anak berlari ke air dan minum. Ibu-ibu mengisi kendi. Domba-domba dan kambing-kambing minum sampai puas. Cur, cur, cur! Airnya terus mengalir, cukup untuk semua. "Tidak haus lagi!" seru anak-anak. Malam itu, perkemahan di Rafidim menjadi tenang. Air masih mengalir pelan di dekat gunung batu. Jebo tidur meringkuk di atas pasir yang sejuk. Ekornya yang panjang melingkar, dan jumbai putihnya menutupi hidungnya. ✦ Musa berseru kepada Tuhan, dan Tuhan mendengar. Tadi orang-orang bertanya, "Apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita?" Air dari batu itu menjawabnya: Tuhan ada, dan Ia peduli. Kalau kita haus, takut, atau bingung, kita boleh berseru kepada Tuhan seperti Musa. Ayo, ucapkan bersama: Tuhan, tolonglah aku! Ayat untuk diingat Serahkan semua rasa khawatirmu kepada Tuhan, sebab Ia peduli kepadamu (1 Petrus 5:7). Doa kecil Tuhan, terima kasih untuk air yang segar setiap hari. Kalau aku haus, takut, atau bingung, aku boleh berseru kepada-Mu. Terima kasih Engkau mendengar dan peduli kepadaku. Jagalah aku dan keluargaku. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 3