
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Tiang Awan dan Tiang Api Bangsa Israel keluar dari negeri Mesir. Mereka tidak lagi menjadi budak. Ada ayah, ibu, kakek, nenek, anak-anak, juga kambing domba. Mbeee! Musa berjalan paling depan dengan tongkatnya. Tuhan berjalan di depan mereka untuk menunjukkan jalan. Siang hari, Tuhan menuntun mereka dalam tiang awan yang tinggi dan teduh. Malam hari, Tuhan menuntun mereka dalam tiang api yang terang dan hangat. Tiang awan dan tiang api itu tidak pernah meninggalkan mereka. Suatu hari, mereka tiba di tepi laut yang luas. Airnya biru kehijauan. Ombaknya berbunyi pelan. Byur, byur. Mereka berkemah di tepi laut itu. Di dalam laut itu tinggal seekor ikan buntal kecil bernama Bulat. Badannya kuning berbintik cokelat. Kalau kaget, Bulat menggembung seperti bola. Pof! Bulat mengintip dari balik ombak. Wah, banyak sekali orang di pantai! Jangan Takut! Orang Israel menoleh. Tentara Firaun datang mengejar dengan kereta-kereta berkuda! Mereka takut sekali. Di depan laut, di belakang tentara. Mereka berseru kepada Tuhan. Bulat kaget. Pof! Ia menggembung. Musa berdiri di atas batu. Suaranya tenang. "Jangan takut! Berdirilah tetap, dan lihatlah bagaimana Tuhan menolong kamu hari ini. Tuhan akan berperang untuk kamu. Kamu diam saja." Pelan-pelan, orang-orang menjadi tenang. Jangan takut! Tuhan menolong! Lalu tiang awan berpindah. Sekarang tiang awan itu tidak di depan, tetapi di belakang mereka. Tiang awan berdiri di antara orang Israel dan tentara Mesir. Di sisi tentara Mesir, awan itu gelap. Di sisi orang Israel, awan itu memberi terang sepanjang malam. Tentara Mesir tidak dapat mendekat. Tuhan berkata kepada Musa, "Angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut." Musa melakukannya. Lalu bertiuplah angin timur yang kuat. Wuuus! Wuuus! Sepanjang malam angin itu bertiup. Bulat bersembunyi di balik rumput laut. Ada apa ini? Jalan Kering di Tengah Laut Lihatlah! Laut terbelah menjadi dua. Air berdiri seperti dinding di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Di tengahnya ada jalan. Tanahnya kering! Orang Israel berjalan di tengah laut. Ayah, ibu, anak-anak, kambing domba. Langkah mereka di tanah yang kering. Tap, tap, tap! Bulat mengintip dari dinding air. Pof! Ia kaget sekali. Ada orang berjalan di tengah laut! Anak-anak melambai kepada Bulat. Jangan takut! Tuhan menolong! Akhirnya semua orang sampai di seberang dengan selamat. Menjelang pagi, Musa mengulurkan tangannya lagi ke atas laut. Air kembali seperti semula. Tidak ada lagi yang mengejar mereka. Orang Israel melihat betapa besar pertolongan Tuhan, dan mereka percaya kepada-Nya. Miryam, kakak Musa, mengambil rebananya. Tak dung, tak dung! Para perempuan ikut menari dengan rebana mereka. "Bernyanyilah bagi Tuhan," seru Miryam, "sebab Ia sungguh mulia!" Bulat berenang berputar-putar. Ia senang! ✦ Waktu mereka takut, Tuhan membuka jalan. Ayo, ucapkan bersama: Jangan takut! Tuhan menolong! Ayat untuk diingat Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu boleh tenang (Keluaran 14:14). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau berjalan di depanku, siang dan malam. Kalau aku takut, peganglah tanganku. Tolong aku tenang dan percaya bahwa Engkau menolong. Jagalah aku dan keluargaku. Amin.