
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Lapar di Padang Gurun Tuhan sudah membawa orang Israel keluar dari Mesir. Sekarang mereka berjalan di padang gurun yang luas. Ada pasir, ada batu, dan matahari yang panas. Musa berjalan di depan dengan tongkat gembalanya. Di sebuah semak kecil tinggal seekor laba-laba bernama Rara. Badannya perak berkilau, dan satu kakinya bergaris biru. Setiap pagi embun turun ke jaringnya. Tik, tik, tik! Jaring Rara berkilau seperti kalung manik-manik. Sudah lama orang Israel berjalan. Bekal mereka habis. Perut mereka berbunyi. Kruuuk, kruuuk! "Kami lapar," kata mereka kepada Musa dan Harun. "Dulu di Mesir kami makan roti sampai kenyang." Mereka bersungut-sungut. Mereka lapar, dan mereka takut. Dari semaknya, Rara memandang anak-anak yang lapar. Ia ikut sedih. Tuhan mendengar mereka. Orang-orang menoleh ke padang gurun, dan tampaklah awan yang bersinar lembut. Tuhan berkata kepada Musa, "Pada waktu senja kamu akan makan daging. Pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti." Apa Ini? Apa Ini? Senja itu terdengar bunyi sayap. Prrr, prrr, prrr! Burung-burung puyuh datang sampai menutupi perkemahan. Rara menghitung dari jaringnya. Satu, dua, tiga... wah, banyak sekali! Malam itu orang Israel makan sampai kenyang. Esok paginya embun turun di sekeliling perkemahan. Jaring Rara berkilau lagi. Tik, tik, tik! Ketika embun menguap, ada sesuatu yang tertinggal di tanah. Halus, tipis, dan putih, seperti sisik kecil. Orang-orang keluar dari kemah. Mereka berjongkok dan memandang tanah. "Apa ini? Apa ini?" tanya mereka. Dari jaringnya, Rara ikut bertanya, "Apa ini? Apa ini?" Musa berkata, "Inilah roti yang Tuhan berikan kepadamu untuk dimakan." Seorang anak mencicipinya. Mmm! Rasanya seperti kue tipis dengan madu. Orang Israel menamai roti itu manna. Cukup untuk Hari Ini "Pungutlah secukupnya untuk satu hari," kata Musa. Setiap pagi orang memungut manna ke dalam bakul. Ada bakul kecil, ada bakul besar, tetapi semuanya pas. Rara mengangguk. Cukup untuk hari ini. "Jangan disimpan sampai besok," pesan Musa. Tetapi ada yang diam-diam menyimpannya di dalam buyung. Besok paginya ia mengintip. Iiih! Manna itu berulat dan baunya busuk! Ia menutup hidungnya. Rara ikut menutup hidung dengan kakinya yang bergaris biru. Pada hari keenam Musa berkata, "Hari ini pungutlah dua kali lipat. Besok hari Sabat, hari istirahat untuk Tuhan." Manna untuk hari Sabat itu tidak busuk dan tidak berulat. Pada hari ketujuh semua orang beristirahat. Rara juga. Setiap pagi Rara melihat manna turun bersama embun. Hari ini, besok, dan lusa. Empat puluh tahun lamanya Tuhan memberi umat-Nya makan. Cukup untuk hari ini. Besok, ada lagi. ✦ Tuhan memelihara kita hari demi hari. Tidak sekaligus untuk banyak hari, tetapi selalu cukup untuk hari ini. Ayo, ucapkan bersama: Cukup untuk hari ini! Ayat untuk diingat Kasih Tuhan tidak pernah habis. Setiap pagi, kasih-Nya selalu baru (Ratapan 3:22-23). Doa kecil Tuhan, terima kasih untuk makanan hari ini. Terima kasih untuk Ayah, Ibu, dan semua orang yang menyiapkannya. Kalau aku takut tidak cukup, ingatkan aku bahwa Engkau menjagaku setiap hari. Besok pagi pun Engkau tetap baik. Amin.