Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 3

Lagu

Ribka dan Sepuluh Unta

Anggota Kasih Kecil

Lagu anak dan cerita sebelum tidur.

Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 49.000

Langganan Rp 49.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu
Baca ceritanya

Sepuluh Unta Berangkat Abraham sudah sangat tua. Rambut dan janggutnya putih seperti kapas. Suatu hari ia memanggil hambanya yang paling tua. "Pergilah ke negeri asalku," kata Abraham. "Carilah seorang istri untuk Ishak, anakku, dari keluargaku di sana. Tuhan akan menyertai perjalananmu." Hamba itu menyiapkan unta-unta milik tuannya. Ayo kita hitung! Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh! Sepuluh unta, dengan banyak hadiah di punggungnya. Lalu mereka berangkat. Kling, klang! Kling, klang! Lonceng kecil berbunyi di leher unta. Mereka berjalan jauh sekali. Melewati bukit pasir. Melewati padang yang panas. Berhari-hari lamanya. Akhirnya, pada suatu sore, mereka tiba di sebuah sumur di luar kota Nahor. Hamba itu menyuruh unta-untanya berlutut. Bruk, bruk, bruk! Unta-unta itu haus sekali. Di dekat sumur itu tinggal seekor capung kecil bernama Seli. Badannya biru berkilau, dan sayapnya berujung jingga. Ziiing! Seli terbang berputar-putar. Belum pernah ia melihat unta sebanyak itu. Doa di Dekat Sumur Setiap sore, gadis-gadis kota datang ke sumur itu untuk menimba air. Hamba tua itu berdoa, "Tuhan, Allah tuanku Abraham, tolonglah aku hari ini. Aku akan berkata kepada seorang gadis, 'Berilah aku minum sedikit.' Kalau ia menjawab, 'Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum,' biarlah dia gadis yang Engkau pilih untuk Ishak." Seli hinggap diam-diam di tepi sumur. Belum selesai ia berdoa, datanglah seorang gadis membawa buyung di bahunya. Namanya Ribka. Kerudungnya kuning seperti kunyit. Ribka menuruni tangga ke mata air dan mengisi buyungnya. Gluk, gluk, gluk! Lalu ia naik lagi. Hamba tua itu berlari menemuinya. "Bolehkah aku minum sedikit air dari buyungmu?" "Minumlah, Bapak," jawab Ribka. Cepat-cepat ia menurunkan buyungnya dan memberinya minum. Lalu Ribka melihat sepuluh unta yang berlutut. "Unta-untamu juga akan kuberi minum," katanya, "sampai semuanya puas." Hamba tua itu tidak memintanya. Ribka sendiri yang menawarkan. Ciprat, Ciprat! Minumlah, Unta! Ribka menuang air dari buyungnya ke dalam palung, tempat minum unta. Ciprat, ciprat! "Minumlah, unta!" Lalu ia berlari lagi ke sumur, menimba, dan kembali. Ciprat, ciprat! "Minumlah, unta!" Bolak-balik, bolak-balik. Ziiing! Seli terbang menemaninya. Unta-unta itu minum banyak sekali. Srup, srup, srup! Ayo hitung unta yang sudah puas! Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh! Hamba tua itu memperhatikan Ribka dengan diam. Ia ingin tahu: apakah Tuhan sedang menjawab doanya? Sesudah semua unta puas minum, hamba itu memberi Ribka sebuah anting emas dan dua gelang emas. "Anak siapakah engkau?" tanyanya. "Aku anak Betuel, cucu Nahor," jawab Ribka. "Di rumah kami ada jerami, makanan unta, dan tempat menginap." Hamba tua itu berlutut dan sujud. "Terpujilah Tuhan! Tuhan menuntun jalanku sampai ke rumah keluarga tuanku." Ribka berlari pulang dan menceritakan semuanya. Laban, saudara laki-laki Ribka, menyambut hamba tua itu dengan ramah. Hamba itu menceritakan doanya di dekat sumur, lalu meminta Ribka menjadi istri Ishak. "Maukah engkau pergi bersama orang ini?" tanya keluarganya. "Aku mau," jawab Ribka. Maka Ribka berangkat bersama sepuluh unta. Ziiing! Seli mengantarnya sampai ke ujung jalan. Di negeri yang jauh, Ribka menjadi istri Ishak, dan Ishak sangat mengasihinya. ✦ Hamba tua itu berdoa, dan Tuhan menuntun jalannya. Ribka memberi lebih dari yang diminta. Bapak tua itu hanya meminta sedikit air, tetapi Ribka juga memberi minum sepuluh unta yang haus. Kita juga boleh berdoa kepada Tuhan tentang apa saja, dan berbuat baik lebih dari yang diminta. Ayat untuk diingat Terpujilah Tuhan, sebab Ia menuntun aku di jalan (Kejadian 24:27). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau mendengar doaku, juga doa anak kecil seperti aku. Tolong aku supaya suka menolong, seperti Ribka. Tuntunlah jalanku dan jalan keluargaku. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 3