Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 3

Lagu

Tembok Yerikho Runtuh

Anggota Kasih Kecil

Lagu anak dan cerita sebelum tidur.

Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 49.000

Langganan Rp 49.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu
Baca ceritanya

Kota Bertembok Tinggi Di dekat Sungai Yordan, ada sebuah kota bernama Yerikho. Tembok kota itu tinggi sekali, lebih tinggi daripada pohon kurma. Pintu gerbangnya tertutup rapat. Tidak ada orang yang keluar, dan tidak ada orang yang masuk. Di sebuah celah tembok itu tinggal seekor kelelawar kecil bernama Gema. Bulunya cokelat, telinganya besar, dan di dadanya ada bintik putih. Siang hari Gema tidur bergantung terbalik. Malam hari ia terbang. Kepak, kepak, kepak! Di luar kota, bangsa Israel berkemah. Pemimpin mereka bernama Yosua. Tuhan sudah berkata kepada Yosua, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Aku menyertai engkau ke mana pun engkau pergi." Sekarang Tuhan berkata lagi, "Aku menyerahkan kota Yerikho kepadamu." Lalu Tuhan memberi sebuah cara yang aneh. Yosua menyampaikannya: "Kelilingilah kota itu satu kali sehari, enam hari lamanya. Tujuh imam meniup sangkakala tanduk domba, dan tabut perjanjian ikut dibawa. Jangan bersorak dulu. Pada hari ketujuh, kelilingilah kota itu tujuh kali." Satu Putaran Setiap Hari Hari pertama, mereka berangkat. Para prajurit di depan, lalu tujuh imam meniup sangkakala. Tuuut, tuuut! Para imam memikul tabut perjanjian, peti berlapis emas. Semua berjalan tanpa bersorak. Tap, tap, tap. Ssst! Gema terbangun. Ia mengintip dari celahnya. Siapa yang berjalan di bawah sana? Orang-orang itu mengelilingi kota satu kali. Satu putaran! Lalu mereka pulang ke perkemahan. Hari kedua, mereka datang lagi. Satu putaran. Tuuut, tuuut! Hari ketiga, hari keempat, hari kelima, hari keenam. Setiap hari sama: satu putaran, lalu pulang. Ayo hitung bersama Gema: satu, dua, tiga, empat, lima, enam hari! Malam itu, Gema terbang di bawah bulan. Kepak, kepak! Tembok Yerikho masih berdiri tinggi. Pintu gerbangnya masih tertutup rapat. Di perkemahan, Yosua memandang kota itu. Besok hari ketujuh. Tuhan sudah berjanji. Tuuut! Hore! Hari ketujuh, mereka bangun pagi-pagi sekali. Kali ini mereka tidak berjalan satu kali saja. Ayo hitung bersama: satu putaran, dua putaran, tiga putaran, empat putaran, lima putaran, enam putaran... tujuh putaran! Pada putaran ketujuh, para imam meniup sangkakala panjang sekali. Tuuuuuut! Telinga Gema yang besar mendengar bunyi itu. Wus! Gema terbang keluar dari celah tembok, tinggi ke langit. Yosua berseru, "Bersoraklah, sebab Tuhan sudah menyerahkan kota ini kepadamu!" Semua orang bersorak sekeras-kerasnya. Tuuut! Hore! Gruduk, gruduk, bruk! Tembok Yerikho runtuh. Gema melihat dari atas. Ia aman. Kepak, kepak! Tuhan menepati janji-Nya kepada Yosua. Rahab dan keluarganya juga selamat. Dulu Rahab pernah menolong dua orang Israel. Sekarang dua orang itu menjemput dia dan keluarganya, lalu membawa mereka keluar dengan aman. Gema hinggap di pohon kurma. Ia punya rumah baru. ✦ Tembok itu tinggi, tetapi Tuhan lebih besar. Tuhan menepati janji-Nya, dan Ia menyertai kita ke mana pun kita pergi. Ayo, ucapkan bersama: Tuuut! Hore! Ayat untuk diingat Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Jangan takut, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi (Yosua 1:9). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau selalu menepati janji-Mu. Kalau aku perlu menunggu, temani aku. Kalau aku takut, kuatkan hatiku. Terima kasih Engkau menyertai aku ke mana pun aku pergi. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 3