
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Opa Simeon dan Oma Hana Di kota Yerusalem, ada rumah Tuhan yang besar dan indah. Namanya Bait Allah. Di puncak sebuah tiang yang tinggi, tinggal seekor burung pipit kecil bernama Remi. Di kepalanya ada jambul kecil yang selalu berdiri. "Cip, cip!" sapa Remi setiap pagi. Setiap pagi, Remi melihat seorang opa datang. Namanya Simeon. Janggutnya putih dan panjang. Tongkatnya berbunyi tok, tok, tok. Simeon orang yang baik dan sayang kepada Tuhan. Tuhan pernah berjanji kepadanya, "Sebelum kamu sangat tua sekali, kamu akan melihat Penyelamat yang Aku janjikan." Ada juga seorang oma bernama Hana. Ia sudah sangat tua. Punggungnya bungkuk, dan kerudungnya ungu tua. Oma Hana tidak pernah pergi dari Bait Allah. Siang dan malam ia berdoa kepada Tuhan. Langkahnya pelan, srek, srek, srek. Simeon dan Hana sama-sama menunggu janji Tuhan. Mereka menunggu dengan sabar, berhari-hari, bertahun-tahun. Remi sering hinggap di dekat mereka. Ia mendengar mereka berkata, "Menunggu, menunggu, Tuhan pasti datang." "Cip?" pikir Remi. "Siapa yang mereka tunggu?" Dua Ekor Burung Tekukur Suatu pagi, Roh Tuhan berbisik di hati Simeon, "Pergilah ke Bait Allah sekarang." Tok, tok, tok! Simeon berjalan lebih cepat dari biasanya. Remi terbang di depannya. "Menunggu, menunggu, Tuhan pasti datang," kata Simeon. Di gerbang Bait Allah, datang seorang ibu muda dan seorang ayah. Namanya Maria dan Yusuf. Maria menggendong seorang bayi kecil yang dibungkus kain. Yusuf membawa keranjang berisi dua ekor burung tekukur. Kur, kur! Mereka datang untuk menyerahkan bayi mereka kepada Tuhan. Dua ekor burung tekukur itu persembahan mereka. Orang kaya membawa seekor domba, tetapi Maria dan Yusuf orang sederhana. Remi hinggap di tepi keranjang. Ia melihat bayi itu tidur dengan tenang. "Bayi siapa ini?" pikirnya. Simeon melihat bayi itu. Langkahnya berhenti. Hatinya melompat gembira. Roh Tuhan memberi tahu dia: inilah Penyelamat yang ia tunggu-tunggu! Nama bayi itu Yesus. "Tuhan sudah datang!" bisik Simeon. Ia membuka kedua tangannya lebar-lebar. Tuhan Menepati Janji Simeon menggendong bayi itu dengan hati-hati. Matanya basah karena senang. Lalu ia memuji Tuhan, "Terima kasih, Tuhan! Engkau menepati janji-Mu. Sekarang aku sudah melihat keselamatan yang Engkau janjikan." "Bayi ini akan menjadi terang untuk semua bangsa," kata Simeon. Maria dan Yusuf heran mendengarnya. Simeon memberkati mereka dengan penuh kasih. Srek, srek, srek. Oma Hana datang pelan-pelan. Ia melihat bayi itu, dan matanya berbinar-binar. "Terima kasih, Tuhan!" seru Oma Hana. Punggungnya bungkuk, tetapi hatinya melompat-lompat. Lalu Oma Hana bercerita kepada semua orang yang menunggu pertolongan Tuhan, "Penyelamat itu sudah datang!" Remi terbang berputar-putar. Cip, cip, cip! Sekarang Remi tahu siapa yang mereka tunggu. Menunggu, menunggu, dan Tuhan sungguh datang! ✦ Tuhan selalu menepati janji-Nya. Kadang kita harus menunggu lama, seperti Opa Simeon dan Oma Hana. Tetapi Tuhan tidak pernah lupa. Ayat untuk diingat Tuhan setia pada semua janji-Nya, dan penuh kasih dalam semua perbuatan-Nya (Mazmur 145:13). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih Engkau selalu menepati janji-Mu. Ajari aku sabar kalau aku harus menunggu. Jagalah opa dan omaku, dan semua orang yang aku sayangi. Amin.