
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Tamu di Siang Hari Dahulu kala, Abraham dan Sara tinggal di sebuah kemah di dekat pohon-pohon tarbantin yang besar di Mamre. Abraham dan Sara sudah tua sekali. Rambut mereka sudah putih. Tetapi mereka belum punya anak. Di pohon tarbantin itu tinggal seekor lebah kecil bernama Ngung. Badannya bergaris kuning dan cokelat. Sayapnya berbentuk hati. Ngung, ngung, ngung! Suatu siang, udara panas sekali. Abraham duduk di pintu kemahnya. Hari itu Tuhan datang mengunjungi Abraham. Abraham melihat ke depan. Ada tiga orang berdiri tidak jauh dari situ! Abraham bangun dan berlari menyambut mereka. Ngung ikut terbang di belakangnya. Abraham membungkuk sampai ke tanah. "Singgahlah dulu," katanya. "Aku akan mengambil air untuk membasuh kakimu. Beristirahatlah di bawah pohon ini." Cur, cur, cur. Air yang sejuk mengalir di kaki para tamu yang berdebu. Lalu Abraham bergegas masuk ke kemah. "Sara, cepat! Buatlah roti bundar!" Sara menepuk-nepuk adonan. Tap, tap, tap. Abraham menyiapkan makanan yang terbaik. "Hmm, harum!" kata Ngung. Hi, Hi, Hi! Abraham menghidangkan roti hangat, susu, dan makanan yang terbaik. Para tamu makan di bawah pohon tarbantin. Abraham berdiri di dekat mereka, siap melayani. Ngung hinggap di sehelai daun dan memperhatikan. "Di mana Sara, istrimu?" tanya mereka. "Di sana, di dalam kemah," jawab Abraham. Lalu salah satu tamu itu berkata, "Tahun depan Aku akan datang lagi. Pada waktu itu, Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki." Sara mendengar semuanya dari balik pintu kemah. Ia tertawa kecil di dalam hatinya. Hi, hi, hi! "Aku sudah tua sekali," pikir Sara. "Abraham juga sudah tua. Bagaimana mungkin kami punya bayi?" Ngung memiringkan kepalanya. Benarkah? Lalu Tuhan berkata kepada Abraham, "Mengapa Sara tertawa? Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?" Sara takut. "Aku tidak tertawa," katanya. Tetapi Tuhan tahu, Sara memang tertawa. Lalu Tuhan mengulangi janji-Nya: tahun depan, Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki. Mustahil artinya tidak mungkin. Ayo, ucapkan bersama Ngung: "Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan." Tuhan Membuat Sara Tertawa Para tamu itu pun pergi. Hari berganti hari. Bunga-bunga mekar, dan Ngung terbang dari bunga ke bunga. Lalu perut Sara mulai membesar. Ada bayi di dalamnya! Sara mengelus perutnya dan tersenyum. "Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan." Tepat seperti janji Tuhan, Sara melahirkan seorang bayi laki-laki. Oek, oek! Waktu itu Abraham sudah berumur seratus tahun. Ia memberi nama bayi itu Ishak. Ishak artinya "ia tertawa". Sara memeluk Ishak dan tertawa. Kali ini tawanya keras dan gembira. Hi, hi, hi! "Tuhan membuat aku tertawa," kata Sara. "Semua orang yang mendengar kabar ini akan ikut tertawa bersamaku." Para pelayan dan tetangga datang melihat bayi Ishak. Mereka ikut tertawa gembira. Hi, hi, hi! Ngung berputar-putar di atas kepala Ishak. Ngung, ngung, ngung! Ishak menggerak-gerakkan tangannya yang kecil, seperti ikut tertawa. ✦ Abraham dan Sara sudah sangat tua, tetapi Tuhan menepati janji-Nya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ayat untuk diingat Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan? (Kejadian 18:14). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau menepati janji-Mu kepada Abraham dan Sara. Terima kasih untuk tawa dan untuk keluargaku. Kalau aku harus menunggu, temani aku. Amin.