
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Gandum di Lumbung Mesir Di negeri Mesir, ada seorang pengurus gandum bernama Yusuf. Selama tujuh tahun, panen di Mesir melimpah. Yusuf menyuruh orang mengumpulkan gandum ke lumbung-lumbung besar. Banyak sekali, seperti pasir di tepi laut! Di dalam lumbung itu tinggal seekor kumbang kecil bernama Kumbi. Badannya hitam berkilau kebiruan, dan di punggungnya ada satu titik emas. Kumbi suka mendorong butir gandum. Dorong, dorong, gelinding! Lalu datanglah tahun-tahun kering. Hujan tidak turun. Ladang menjadi cokelat dan retak. Yusuf membuka lumbung-lumbung itu. Sreeet! Gandum mengalir ke dalam karung. Orang-orang dari banyak negeri datang ke Mesir untuk membeli gandum. Jauh di tanah Kanaan, tinggal seorang ayah tua bernama Yakub. Ia punya banyak anak laki-laki. "Di Mesir ada gandum," kata Yakub. "Pergilah ke sana dan belilah gandum untuk kita." Sepuluh kakak berangkat dengan keledai-keledai mereka. Klop, klop, klop! Benyamin, si bungsu, tinggal bersama ayahnya. Sepuluh Kakak Datang Sesampai di Mesir, sepuluh kakak itu menghadap pengurus gandum. Mereka sujud sampai wajah mereka menyentuh tanah. Kumbi mengintip dari balik karung. Siapa mereka? Yusuf langsung mengenali kakak-kakaknya! Ia teringat mimpinya waktu kecil: berkas-berkas gandum yang sujud kepada berkas gandumnya. Dulu kakak-kakaknya menjual Yusuf, dan ia dibawa ke Mesir. Tetapi mereka tidak mengenali Yusuf yang kini berpakaian Mesir. Yusuf belum memberi tahu siapa dirinya. Mereka pulang membawa gandum, lalu datang lagi ke Mesir. Kali ini Benyamin ikut. Hati Yusuf tersentuh melihat adiknya. Kumbi mendorong sebutir gandum ke dekat kaki Benyamin. Dorong, dorong, gelinding! Yusuf memandang adik dan kakak-kakaknya. Hatinya penuh. Ia tidak dapat menahan diri lagi. "Semua orang keluar!" serunya kepada para pelayan Mesir. Tinggallah Yusuf bersama saudara-saudaranya. Dan Kumbi, yang bersembunyi di balik karung. Akulah Yusuf, Saudaramu! Yusuf menangis keras sekali. "Akulah Yusuf, saudaramu!" katanya. "Apakah ayahku masih hidup?" Kakak-kakaknya terkejut dan takut. Mereka tidak dapat menjawab. "Mari, dekatlah kepadaku," kata Yusuf lembut. Pelan-pelan, kakak-kakaknya mendekat. "Akulah Yusuf, saudaramu!" "Jangan sedih. Jangan menyesali diri. Allah yang menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir, supaya banyak orang tetap hidup." Yusuf memeluk Benyamin, adiknya, dan mereka menangis bersama. Lalu Yusuf mencium semua kakaknya, satu per satu. Sesudah itu, mereka duduk dan bercakap-cakap lama sekali. Kumbi menggoyangkan sayapnya. Brrr! Ia gembira. Tidak lama kemudian, Yakub datang ke Mesir bersama seluruh keluarganya. Yusuf naik kereta menjemput ayahnya. Kumbi ikut menumpang di atas karung gandum. Ia memeluk Yakub dan menangis lama sekali di bahunya. Yakub gembira sekali. Anaknya yang ia kira sudah hilang ternyata masih hidup! ✦ Kakak-kakak Yusuf pernah berbuat jahat kepadanya. Tetapi Tuhan dapat mengubah yang jahat menjadi kebaikan. Yusuf memilih memeluk mereka. Ayo, ucapkan bersama: Akulah Yusuf, saudaramu! Ayat untuk diingat Kalian bermaksud jahat kepadaku, tetapi Allah mengubahnya menjadi kebaikan (Kejadian 50:20). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau sayang kepadaku, juga waktu aku berbuat salah. Kalau aku sedih karena disakiti, temani aku. Tolong aku belajar memaafkan, pelan-pelan. Jagalah aku dan keluargaku. Amin.