
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Si Bungsu Pergi Jauh Di sebuah desa, ada seorang ayah dengan dua anak laki-laki. Yang bungsu kita panggil si Bungsu. Ada juga Pipo, anjing kecil mereka. Telinganya terkulai, dan di lehernya ada kalung tali biru. "Guk, guk!" sapa Pipo setiap pagi. Suatu hari si Bungsu berkata, "Ayah, berikan bagianku sekarang. Aku mau pergi." Ayah sedih. Tetapi ia membagi hartanya dan memberikan bagian si Bungsu. Telinga Pipo makin terkulai. Beberapa hari kemudian, si Bungsu membawa semua barangnya dan pergi. "Guk, guk! Jangan pergi!" Pipo berlari sampai ke ujung jalan. Tetapi si Bungsu tidak menoleh. Ia berjalan jauh, jauh sekali, ke negeri yang jauh. Di negeri itu, si Bungsu membeli apa saja yang ia mau. Setiap hari ia berpesta bersama teman-teman barunya. Ada musik, ada makanan enak, ada baju baru. Ting, ting, ting! Uangnya keluar terus dari kantongnya. Sampai akhirnya, kantong itu kosong. Ayah Menunggu di Jalan Uangnya habis. Teman-temannya pun tidak ada lagi. Lalu di negeri itu tidak ada hujan, dan makanan menjadi sedikit sekali. Perut si Bungsu berbunyi. Kruuuk, kruuuk! Si Bungsu bekerja menjaga babi milik seorang petani. "Ngok, ngok," kata babi-babi itu sambil makan buah polong. Si Bungsu ingin sekali ikut makan makanan babi itu. Tetapi tidak ada yang memberinya. Jauh di rumah, setiap hari ayah berjalan ke ujung jalan. Setiap pagi, setiap sore. Ia memandang jauh, jauh sekali. Pipo duduk di sampingnya. Ayah menunggu di jalan. Suatu hari, si Bungsu duduk di bawah pohon dan teringat rumahnya. "Di rumah ayahku, para pekerja makan roti sampai kenyang. Di sini aku kelaparan." "Aku mau pulang. Aku akan berkata, Ayah, aku sudah bersalah. Jadikan aku pekerjamu saja." Pulang ke Pelukan Ayah Si Bungsu berjalan pulang. Bajunya kotor dan sobek. Ia tidak punya sandal lagi. Hari itu, seperti setiap hari, Pipo duduk di samping ayah. Ayah menunggu di jalan. Tiba-tiba telinga Pipo terangkat. Ada orang kecil sekali di ujung jalan! "Guk! Guk! Guk!" Ayah melihatnya juga. Itu si Bungsu! Hati ayah penuh belas kasihan. Ia tidak menunggu lagi. Ia berlari! Tap, tap, tap! Pipo berlari paling depan. Ayah memeluk si Bungsu erat-erat dan menciumnya. "Ayah, aku sudah bersalah kepada Allah dan kepada Ayah," kata si Bungsu. "Aku tidak pantas lagi disebut anak Ayah." Tetapi ayah tidak marah. Ia memeluknya makin erat. "Cepat!" kata ayah kepada para pekerjanya. "Ambil jubah yang paling bagus, cincin, dan sandal untuk anakku." Sekarang si Bungsu memakai jubah baru. Ada cincin di jarinya dan sandal di kakinya. "Mari kita berpesta! Anakku ini sudah hilang, dan sekarang ia ditemukan kembali!" Malam itu ada musik dan tarian. Pipo melompat-lompat. Guk, guk, guk! ✦ Yesus menceritakan kisah ini supaya kita tahu: Bapa di surga sangat sayang kepada kita. Kalau kita salah, lalu mau pulang dan minta maaf, Ia menyambut kita dengan pelukan. Ayat untuk diingat Anakku ini sudah hilang, dan sekarang ia ditemukan kembali (Lukas 15:24). Doa kecil Bapa di surga, terima kasih Engkau selalu menunggu aku. Kalau aku berbuat salah, tolong aku berani pulang dan minta maaf. Terima kasih Engkau menyambut aku dengan pelukan. Amin.