Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2

Lagu

Lewat Atap Rumah

Anggota Kasih Kecil

Lagu anak dan cerita sebelum tidur.

Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 49.000

Langganan Rp 49.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu
Baca ceritanya

Empat Sahabat Tobi Di kota Kapernaum, di tepi danau, tinggal Tobi. Kaki Tobi lumpuh. Ia tidak bisa berjalan. Setiap hari ia berbaring di atas tikarnya yang bergaris merah. Tetapi Tobi punya empat sahabat yang setia. Di atas atap rumah-rumah Kapernaum, tinggal Cemong. Cemong anak kambing putih. Di sekeliling matanya ada bercak cokelat. Atap rumah di sana datar, seperti lantai. Cemong suka melompat dari atap ke atap. "Mbeek!" Dari atas atap, Cemong bisa melihat semuanya. Suatu hari, seorang sahabat berlari datang. "Tobi! Yesus ada di kota kita! Ia sedang mengajar di sebuah rumah." Yesus menyembuhkan orang sakit. Yesus menyayangi semua orang. Keempat sahabat itu saling memandang. "Ayo, kita bawa dia kepada Yesus!" Setiap sahabat memegang satu ujung tikar. "Satu, dua, tiga, angkat!" Hup! Mereka berjalan pelan-pelan supaya Tobi tidak jatuh. Duk, duk, duk. Tobi berpegangan pada tikarnya dan tersenyum. Cemong ikut mengantar dari atap ke atap. "Mbeek!" Rumah yang Penuh Sesak Akhirnya mereka sampai. Wah, rumah itu penuh sekali! Orang-orang berdesakan sampai ke luar pintu. "Permisi, permisi," kata mereka. Tetapi tidak ada yang bisa bergeser. Haruskah mereka pulang saja? Tobi menunduk. Lalu seorang sahabat melihat tangga di samping rumah. Tangga itu naik sampai ke atap. Di atas sana, Cemong berdiri. "Mbeek!" "Jangan menyerah!" katanya. "Ayo, kita bawa dia kepada Yesus!" Pelan-pelan, mereka membawa Tobi naik tangga. Satu anak tangga. Dua anak tangga. Tiga anak tangga. "Hati-hati!" "Pegang yang kuat!" Akhirnya mereka sampai di atap yang datar. Cemong menyambut mereka. "Mbeek!" Atap rumah itu terbuat dari kayu, ranting, dan tanah. Tepat di bawahnya, Yesus sedang mengajar. Para sahabat berlutut dan mulai membuka atap. Krek, krek, krek! Tanah dan ranting disingkirkan sedikit demi sedikit. Lubangnya makin besar. Cemong mengintip ke bawah. Cahaya masuk ke dalam rumah! Bangunlah, Tobi! Orang-orang di dalam rumah mendongak. Ada lubang di atap! Lalu keempat sahabat menurunkan tikar Tobi dengan tali. Sret, sret, sret! Pelan-pelan Tobi turun, sampai tepat di depan Yesus. Yesus memandang ke atas, ke empat sahabat yang mengintip dari lubang. Yesus melihat iman mereka. Mereka percaya Yesus bisa menolong. Lalu Yesus berkata kepada Tobi dengan lembut, "Anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Kemudian Yesus berkata lagi, "Bangunlah, angkat tikarmu dan pulanglah!" Saat itu juga, kaki Tobi menjadi kuat. Ia berdiri! Ia menggulung tikarnya dan mengangkatnya. Semua orang takjub dan memuji Allah. "Kami belum pernah melihat yang seperti ini!" Dari atap, keempat sahabat bersorak, "Hore!" Cemong ikut, "Mbeek!" Tobi berjalan pulang sambil memikul tikarnya. Kali ini ia berjalan dengan kakinya sendiri. Keempat sahabatnya berjalan di sampingnya sambil tertawa gembira. Cemong melompat dari atap ke atap, mengikuti mereka sampai ke rumah. ✦ Sahabat yang baik tidak menyerah menolong temannya. Kita juga bisa membawa teman kita kepada Yesus, di dalam doa. Ayat untuk diingat Ketika Yesus melihat iman mereka, Ia berkata kepada orang lumpuh itu, "Anak-Ku, dosamu sudah diampuni" (Markus 2:5). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih untuk teman-temanku. Tolong aku menjadi sahabat yang baik, yang mau menolong dan tidak cepat menyerah. Hari ini aku mau mendoakan temanku. Jagalah dia dan sayangilah dia. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2