Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2

Lagu

Jubah Berwarna-warni

Anggota Kasih Kecil

Lagu anak dan cerita sebelum tidur.

Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 49.000

Langganan Rp 49.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu
Baca ceritanya

Jubah yang Indah Dahulu kala, di tanah Kanaan, hiduplah seorang ayah bernama Yakub. Yakub punya dua belas anak laki-laki. Salah satunya bernama Yusuf. Yakub sangat sayang kepada Yusuf, lebih daripada kepada anak-anaknya yang lain. Suatu hari Yakub memberi Yusuf sebuah jubah yang indah. Jubah itu panjang sampai ke kaki dan warnanya banyak sekali. Yusuf memakai jubah itu dan berputar-putar. Wusss, wusss! Di atas sebuah batu, seekor bunglon kecil memperhatikan. Namanya Celo. Kulitnya hijau dan ekornya melingkar kecil. Celo senang sekali melihat jubah itu, sampai kulitnya ikut berganti warna. Merah, kuning, hijau, biru! "Wah, Celo, kamu seperti jubahku!" kata Yusuf sambil tertawa. Tetapi kakak-kakak Yusuf tidak tertawa. Mereka melihat jubah itu dan cemberut. "Ayah lebih sayang kepada Yusuf," kata mereka. Mereka iri. Sejak itu mereka tidak mau berbicara ramah kepada Yusuf. Suatu malam Yusuf bermimpi. Ia dan kakak-kakaknya sedang mengikat gandum di ladang. Berkas gandum Yusuf berdiri tegak, dan berkas-berkas gandum kakaknya menunduk kepadanya. Lalu Yusuf bermimpi lagi. Matahari, bulan, dan sebelas bintang menunduk kepadanya. Yusuf menceritakan mimpinya. Kakak-kakaknya makin marah dan makin iri. Yusuf Mencari Kakak-Kakaknya Suatu hari kakak-kakak Yusuf pergi jauh untuk menggembalakan domba. Yakub berkata, "Yusuf, pergilah. Lihatlah apakah kakak-kakakmu dan domba-domba baik-baik saja." "Baik, Ayah," jawab Yusuf. Ia memakai jubahnya yang indah, lalu berangkat. Celo ikut duduk di bahunya. Yusuf berjalan dan terus berjalan. Tap, tap, tap. Ia melewati bukit dan padang, tetapi kakak-kakaknya tidak ada di sana. Seorang laki-laki bertanya, "Kamu mencari siapa?" "Aku mencari kakak-kakakku," jawab Yusuf. "Mereka sudah pergi ke Dotan," kata orang itu sambil menunjuk. Di Dotan, kakak-kakak Yusuf melihat sesuatu dari jauh. Merah, kuning, hijau, biru! "Lihat, si tukang mimpi datang," kata mereka. Hati mereka masih penuh rasa marah dan iri. Begitu Yusuf sampai, kakak-kakaknya melepaskan jubahnya yang indah. "Kakak, jangan!" seru Yusuf. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Sekarang Yusuf hanya memakai baju polos berwarna krem. Celo bersembunyi di balik bajunya. Kulitnya menjadi pucat. Tuhan Menyertai Yusuf Lalu kakak-kakaknya memasukkan Yusuf ke dalam sebuah sumur. Sumur itu kering, tidak ada airnya. Yusuf duduk di dasar sumur. Ia sedih dan takut. Celo merayap ke bahunya. Pelan-pelan kulit Celo berganti warna. Merah, kuning, hijau, biru! Yusuf tersenyum sedikit. "Terima kasih, Celo. Kamu tetap menemani aku." Tidak lama kemudian, lewatlah serombongan pedagang. Duk, duk, duk, bunyi langkah unta-unta mereka. Unta-unta itu membawa rempah-rempah yang harum. Para pedagang itu sedang dalam perjalanan ke Mesir. Yehuda, salah seorang kakak Yusuf, berkata, "Jangan kita sakiti adik kita. Lebih baik kita jual dia kepada para pedagang itu." Mereka menarik Yusuf keluar dari sumur, lalu menjualnya dengan dua puluh keping perak. Para pedagang membawa Yusuf pergi. Celo berpegangan erat di bahunya. Yusuf berjalan jauh sekali, sampai ke negeri Mesir. Di rumah, Ayah Yakub sangat sedih. Yusuf jauh dari rumah. Tetapi Yusuf tidak sendirian. Di Mesir pun, Tuhan menyertai Yusuf. Pelan-pelan kulit Celo kembali hijau, dan ekornya melingkar kecil lagi. ✦ Kisah Yusuf belum selesai. Nanti kita akan membaca apa yang Tuhan lakukan bersama Yusuf di Mesir. Ayo, ucapkan bersama Celo: "Merah, kuning, hijau, biru! Tuhan menyertai Yusuf." Ayat untuk diingat Tuhan menyertai Yusuf, juga di negeri yang jauh (Kejadian 39:2). Doa kecil Tuhan, terima kasih Engkau menyertai Yusuf waktu ia jauh dari rumah. Kalau aku merasa iri atau marah, tolong tenangkan hatiku. Kalau aku sedih dan sendirian, temani aku seperti Engkau menemani Yusuf. Jagalah aku dan keluargaku. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2