
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Semalam Tidak Dapat Apa-apa Di tepi sebuah danau yang luas, tinggal seorang nelayan bernama Simon. Malam itu langit gelap dan bintang berkelip. Simon pergi menjala ikan dengan perahunya. Sebuah pelita kecil menyala di perahu. Di ujung perahu hinggap seekor burung camar kecil bernama Ombi. Kepalanya cokelat tua, seperti memakai tudung kecil. "Kiak, kiak!" kata Ombi. Simon menebar jala. Byur! Ia menariknya pelan-pelan. Kosong. Byur! Kosong lagi. Byur! Masih kosong juga. Ombi melongok ke air. Satu ikan pun tidak ada. Simon menebar jala lagi dan lagi, sampai tangannya pegal. Pagi datang. Simon dan teman-temannya menepi. Mereka mencuci jala di tepi danau. Simon menguap. Hoaam! "Semalaman kami bekerja, tetapi tidak dapat apa-apa," katanya. Perutnya lapar dan matanya mengantuk. Ombi ikut menunduk. Lalu datanglah banyak sekali orang. Mereka berdesak-desakan di tepi danau. Mereka ingin mendengar Yesus berbicara tentang Allah. Semua mau dekat, semua mau mendengar. Ke Tempat yang Dalam Yesus naik ke perahu Simon. "Simon, dorong perahu ini sedikit ke tengah," kata-Nya. Lalu Yesus duduk di perahu dan mengajar orang banyak yang duduk di pasir. Ombi hinggap diam-diam dan ikut mendengarkan. Sesudah selesai mengajar, Yesus berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam, dan tebarkan jalamu." Simon menggaruk kepalanya. Ke tengah lagi? Sekarang? Ikan biasanya datang pada malam hari, bukan siang begini. Ombi memiringkan kepalanya. "Kiak?" "Guru, semalaman kami bekerja keras dan tidak dapat apa-apa," kata Simon. "Tetapi karena Engkau menyuruh, aku mau." Simon mendayung ke tengah danau. Kayuh, kayuh, kayuh. Ombi terbang di atas perahu. Di tempat yang dalam, Simon menebar jala sekali lagi. Byur! Ayo, ucapkan bersama Simon: "Karena Engkau menyuruh, aku mau." Jala Penuh Ikan Tiba-tiba jala itu menjadi berat sekali! Kecipak, kecipak, kecipak! Ikan-ikan melompat-lompat. Ombi menghitung. Satu, dua, tiga, empat, lima... Wah, terlalu banyak! Jala itu mulai koyak. "Tolong! Ke sini!" seru Simon kepada teman-temannya di perahu yang lain. Yakobus dan Yohanes cepat-cepat datang. Mereka menarik jala bersama-sama. Hup, hup, hup! Kedua perahu itu penuh ikan sampai hampir tenggelam. Simon berlutut di depan Yesus. Ia merasa kecil sekali. "Tuhan, aku ini orang yang berdosa," bisiknya. Yesus berkata lembut, "Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia." Artinya, Simon akan mengajak banyak orang datang kepada Yesus. Mereka menarik perahu ke darat. Lalu mereka meninggalkan semuanya: perahu, jala, dan ikan yang banyak itu. Mereka pergi mengikuti Yesus, ke mana pun Ia pergi. Ombi terbang di atas mereka. "Kiak, kiak!" ✦ Simon sudah capek, tetapi ia percaya kepada Yesus. Yang paling berharga baginya bukan ikan, tetapi Yesus sendiri. Yesus juga mengajak kita menjadi sahabat-Nya. Ayo, ucapkan bersama: Karena Engkau menyuruh, aku mau. Ayat untuk diingat Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia (Lukas 5:10). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajak aku menjadi sahabat-Mu. Kalau aku capek, tolong aku tetap percaya dan mau mendengarkan Engkau. Amin.