Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2

Lagu

Koin yang Hilang

Anggota Kasih Kecil

Lagu anak dan cerita sebelum tidur.

Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 49.000

Langganan Rp 49.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu
Baca ceritanya

Sepuluh Keping Perak Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah kecil dari batu. Pintunya rendah. Jendelanya kecil sekali. Di rumah itu tinggal seorang ibu yang ramah. Kerudungnya biru seperti langit pagi. Di dinding rumah itu ada sebuah lubang kecil. Di situ tinggal seekor tikus kecil bernama Tutu. Telinga Tutu besar dan merah muda. Di ujung ekornya ada pita merah. "Ciit!" kata Tutu. Ia suka mengintip Ibu bekerja. Ibu punya sebuah kotak kayu kecil. Isinya sepuluh keping perak yang berkilau. Keping-keping itu sangat berharga bagi Ibu. Pada hari istimewa, Ibu memakainya sebagai hiasan. Pagi itu, Ibu menghitung keping-keping peraknya di atas sehelai kain. "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan..." Ibu berhenti. Satu kurang! "Di mana kau, koin kecil?" Di Mana Kau, Koin Kecil? Ibu melihat ke kiri. Ibu melihat ke kanan. Rumah itu agak gelap. Koin kecil itu tidak kelihatan. Tutu ikut melihat. Telinganya yang besar bergerak-gerak. Ibu mengambil pelita dari tanah liat. Tik! Pelita itu menyala. Cahayanya kuning dan hangat. Sekarang rumah menjadi terang. Lalu Ibu mengambil sapu. Sret, sret, sret! Ibu menyapu di dekat tikar. Sret, sret! Ibu menyapu di dekat tempayan. Sret, sret! "Di mana kau, koin kecil?" Tutu ikut mencari. Ia berlari ke balik tempayan. Tidak ada. Ia mengintip ke dalam keranjang. Tidak ada juga. "Ciit," kata Tutu pelan. "Di mana kau, koin kecil?" Ketemu! Ibu tidak berhenti. Ia mencari dengan teliti, sudut demi sudut. Sret, sret, sret. Cahaya pelita ikut bergerak ke sana kemari. Tiba-tiba Tutu melihat sesuatu bersinar di sudut. Ting! "Ciit! Ciit!" Tutu melompat dan menunjuk dengan kaki kecilnya. Ibu mendekatkan pelitanya. Itu dia, koin kecil itu! Ibu memungut koin itu dan meniupnya sampai bersih. Lalu ia menghitung lagi. "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh!" Lengkap! Ibu tertawa. Tutu menari-nari. Ibu berlari keluar dan memanggil teman-teman dan tetangganya. "Bergembiralah bersama aku, sebab koinku yang hilang sudah kutemukan!" Semua orang ikut gembira. Tutu juga. ✦ Yesus menceritakan kisah ini supaya kita tahu: setiap anak sangat berharga bagi Tuhan. Ia mencari kita dengan teliti. Dan ketika Ia menemukan kita, para malaikat di surga ikut bersukacita. Ayat untuk diingat Para malaikat Allah bersukacita karena satu orang yang kembali kepada-Nya (Lukas 15:10). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih karena aku berharga bagi-Mu. Kalau aku merasa kecil dan tidak dilihat, ingatkan aku bahwa Engkau selalu mencari aku. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2