
Anggota Kasih Kecil
Lagu anak dan cerita sebelum tidur.
Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.
Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.
Rp 49.000
Langganan Rp 49.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppBaca ceritanya
Bintang yang Istimewa Jauh di negeri sebelah timur, tinggal beberapa orang pandai. Mereka disebut orang Majus. Setiap malam mereka memandangi bintang-bintang di langit. Mereka punya seekor anak unta bernama Duma. Punuknya masih kecil, dan di lehernya ada kalung manik-manik biru. Pada suatu malam, sebuah bintang bersinar terang sekali. "Lihat! Bintang yang istimewa!" "Bintang itu tanda seorang Raja sudah lahir," kata mereka. "Ayo kita pergi dan menyembah Dia!" Mereka menyiapkan hadiah yang paling baik: emas, kemenyan, dan mur. Mur adalah minyak yang harum sekali. Duma boleh membawa satu peti kecil. Wah, Duma senang sekali! Rombongan unta mulai berjalan. Lonceng di leher unta berbunyi kling, klong, kling, klong. Bintang itu bersinar di depan mereka. "Ikuti bintangnya!" Mereka berjalan jauh sekali. Melewati padang pasir. Melewati bukit batu. Pluk, pluk, pluk, bunyi kaki unta di atas pasir. "Apakah sudah sampai?" tanya Duma. "Belum, Duma. Ikuti bintangnya!" Di Mana Raja Itu? Akhirnya mereka tiba di Yerusalem, kota besar bertembok tinggi. Orang Majus bertanya kepada orang-orang, "Di manakah Raja yang baru lahir itu? Kami sudah melihat bintang-Nya. Kami datang untuk menyembah Dia." Raja Herodes mendengar kabar itu. Ia tidak senang. Ia mau hanya dia saja yang menjadi raja. Para ahli kitab membuka gulungan kitab suci. "Di Betlehem," kata mereka. "Di situlah akan lahir seorang pemimpin bagi umat Allah." Raja Herodes menyuruh orang Majus pergi ke Betlehem. "Kalau sudah ketemu, kabari aku," katanya. Malam itu mereka keluar dari kota. Lalu, lihat! Bintang itu muncul lagi di langit. Duma melompat-lompat. Kling, klong! "Ikuti bintangnya!" Bintang itu berjalan pelan di depan mereka, seperti menunjukkan jalan. Pluk, pluk, pluk. Betlehem sudah kelihatan di atas bukit. "Apakah sudah sampai?" tanya Duma. "Hampir, Duma. Ikuti bintangnya!" Hadiah yang Paling Baik Di atas sebuah rumah kecil di Betlehem, bintang itu berhenti. Orang Majus sangat, sangat bersukacita. "Apakah sudah sampai?" tanya Duma. "Ya, Duma! Kita sudah sampai!" Mereka masuk ke dalam rumah itu. Di sana ada Maria, dan Anak itu duduk di pangkuannya. Orang Majus sujud dan menyembah Dia. Inilah Raja yang mereka cari dari negeri yang jauh! Duma mengintip dari pintu. Ia diam sekali. Sssst. Lalu mereka membuka peti-peti hadiah. Ada emas yang berkilau, kemenyan yang harum, dan mur yang wangi. Duma berlutut pelan-pelan supaya peti kecilnya bisa diturunkan. Itu hadiah yang paling baik, dan Duma memberikannya dengan gembira. Malam itu, dalam mimpi, Allah memberi tahu orang Majus supaya jangan kembali kepada Raja Herodes. Maka mereka pulang lewat jalan lain. Kling, klong, kling, klong. Punggung Duma sekarang ringan, dan hatinya penuh gembira. ✦ Orang Majus mencari Yesus dengan sungguh-sungguh, walaupun jalannya jauh. Lalu mereka memberikan yang terbaik dengan gembira. Kita juga boleh mencari Yesus dan memberikan yang terbaik untuk-Nya: hati kita, lagu kita, dan perbuatan baik kita. Ayat untuk diingat Ketika mereka melihat bintang itu, mereka sangat bersukacita (Matius 2:10). Doa kecil Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau ditemukan oleh orang yang mencari Engkau. Aku mau datang kepada-Mu dengan gembira, dan memberikan yang terbaik untuk-Mu. Amin.