Sampul Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2

Lagu

Bintang-Bintang untuk Abraham

Anggota Kasih Kecil

Lagu anak dan cerita sebelum tidur.

Terbuka bersama 600 cerita bergambar dan buku Sahabat Kecil. Satu lagu atau cerita dari setiap album anak tetap gratis untuk semua, dan semua lagu rohani lain gratis didengarkan.

Bayar sekali untuk 30 hari, tanpa potong otomatis.

Rp 49.000

Langganan Rp 49.000

Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.

Yang kamu beli adalah akses online di akunmu, bukan file yang bisa diunduh.

Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu

Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.

Tanya lewat WhatsApp
Atau Jadi Anggota (mulai Rp69 ribu/bulan): semua buku dan lagu →Sudah berlangganan Musik atau jadi Anggota? Masuk dulu
Baca ceritanya

Ayo, Kita Berangkat Dahulu kala, di kota Haran, tinggallah Abraham dan istrinya, Sara. Mereka sudah tua, tetapi mereka saling menyayangi. Suatu hari Tuhan berkata kepada Abraham, "Pergilah dari negerimu ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan memberkati engkau." Abraham belum tahu jalannya. Tetapi ia percaya kepada Tuhan. Abraham menggulung kain kemah. Sara mengikat tikar dan kendi. Di tiang kemah tinggal seekor kepik kecil. Namanya Totol. Badannya merah, bintiknya hitam, dan bintiknya ada tujuh. "Hore, rumahku ikut berangkat!" kata Totol. Maka berangkatlah mereka. Lot, keponakan Abraham, ikut juga, bersama para pembantu mereka. Domba-domba berjalan. "Mbeee!" Kambing-kambing berjalan, dan lonceng kecil di leher mereka berbunyi, "Klinting, klinting!" Totol duduk di tiang kemah, di atas punggung keledai. Goyang, goyang. Hari demi hari mereka berjalan, jauh sekali. Akhirnya mereka sampai di tanah Kanaan, negeri yang ditunjukkan Tuhan. Abraham menancapkan tiang kemah. Sara membentangkan kainnya. Totol merayap naik ke ujung tiang. "Rumahku sudah berdiri lagi!" Belum Ada Anak Tahun demi tahun berlalu. Rambut Abraham makin putih. Rambut Sara juga. Setiap hari Abraham menggembalakan domba dan kambingnya. Sara memintal benang dari bulu kambing. Klinting, klinting! Mereka punya banyak domba dan kambing. Tetapi mereka belum punya anak. Kadang-kadang Sara memangku anak domba yang baru lahir. Ia tersenyum, tetapi hatinya sedikit sedih. Abraham menggenggam tangan Sara. Mereka sudah lama menunggu. Totol diam saja di tiang kemah. Ia ikut sedih. Pada suatu malam, Abraham berkata kepada Tuhan, "Tuhan, kami belum punya anak." Lalu cahaya yang lembut memenuhi kemah, dan Tuhan berkata, "Jangan takut, Abraham. Aku menjagamu." Tuhan membawa Abraham ke luar kemah. Udara malam sejuk. Langit gelap dan tenang. Totol merayap ke ujung tiang kemah. "Ada apa di luar?" bisiknya. Hitunglah Bintang-Bintang Tuhan berkata, "Lihatlah ke langit. Hitunglah bintang-bintang itu, kalau kamu bisa." Abraham menengadah. Ada bintang besar dan bintang kecil, bintang terang dan bintang redup. "Satu, dua, tiga..." Abraham berhenti. "Terlalu banyak!" Totol juga mau mencoba. Totol bisa menghitung sampai tujuh, sebab bintiknya ada tujuh. "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh..." Totol memandang langit lagi. "Terlalu banyak!" Ayo, kita coba juga: "Satu, dua, tiga... terlalu banyak!" Lalu Tuhan berkata, "Seperti itulah banyaknya anak cucumu nanti." Abraham memandang bintang-bintang itu lama sekali. Ia belum tahu bagaimana caranya. Tetapi Abraham percaya kepada Tuhan. Abraham mengajak Sara keluar. Mereka berdiri berdua di bawah langit yang penuh bintang. "Satu, dua, tiga... terlalu banyak!" kata Sara pelan. Abraham tersenyum dan menggenggam tangannya. Di ujung tiang kemah, Totol menghitung bintiknya sekali lagi. Tujuh. Pas! ✦ Abraham dan Sara masih harus menunggu lama. Tetapi setiap malam, bintang-bintang itu mengingatkan mereka: Tuhan sudah berjanji. Kalau kita sedang menunggu, kita boleh memandang langit malam dan ingat: Tuhan tidak lupa. Ayat untuk diingat Abraham percaya kepada Tuhan (Kejadian 15:6). Doa kecil Tuhan, terima kasih untuk bintang-bintang yang begitu banyak. Terima kasih Engkau menemani Abraham dan Sara waktu mereka menunggu. Kalau aku harus menunggu lama, temani aku juga. Jagalah aku dan keluargaku. Amin.

Dari album Cerita Sebelum Tidur, Bagian 2